Salah satu bagian penting dari suatu stasiun radio adalah antena, ia adalah sebatang logam yang berfungsi menerima getaran listrik dari transmitter dan memancarkannya sebagai gelombang radio. Ia berfungsi pula sebaliknya ialah menampung gelombang radio dan meneruskan gelombang listrik ke receiver.
Kuat tidaknya pancaran kita yang sampai di pesawat lawan bicara, sebaliknya baik buruknya penerimaan kita tergantung dari beberapa faktor. Faktor pertama adalah kondisi propagasi, faktor kedua adalah posisi stasiun (posisi antena) beserta lingkungannya, faktor ketiga adalah kesempurnaan antena
Rumus Umum Pembuatan Antena Yagi:
Panjang Elemen :
Panjang Jarak Antar Elemen
Antenna's Guide
Minggu, 10 Agustus 2014
Senin, 04 Agustus 2014
Membuat Kabel Pigtail
Alat:
1. Tang Potong
2. Cutter
Bahan:
1. Kabel Coaxial
2. Jack Audio
Pembuatan :
1. Bongkar jack audio
2. akan didapat hasil seperti ini :
3. kupas kabel coaxialnya :
4. sambungkan kabel coaxial dengan jack audio yang telah dikupas tadi
5. sambungkan bagian yang dibongkar tadi, maka akan jadi seperti ini
1. Tang Potong
2. Cutter
Bahan:
1. Kabel Coaxial
2. Jack Audio
Pembuatan :
1. Bongkar jack audio
2. akan didapat hasil seperti ini :
3. kupas kabel coaxialnya :
4. sambungkan kabel coaxial dengan jack audio yang telah dikupas tadi
5. sambungkan bagian yang dibongkar tadi, maka akan jadi seperti ini
Membuat PCB Induksi
1. Tang Potong
2. Penggaris
3. FeCl
4. Amplas
5. Solder
Bahan :
1. PCB Polos
2. Tenol
3. Kabel Coaxial
4. Gambar Pola Induktornya
Pembuatan :
1. Potong PCB polos dengan ukuran 3x6 cm
2. lalu gambar pada bidang PCB tersebut seperti ini :
menggambar pada bidang PCB harus menggunakan spidol permanen.
3. lalu rendam PCB tersebut pada FeCl sampai semua tembaga luntur
4. hilangkan spidol permanen dengan cara digosok menggunakan amplas
5. lalu tempelkan kabel coaxial dengan solder
6. maka akan jadi seperti gambar berikut
Kamis, 24 Juli 2014
Penguat Sinyal 3G Wajan Bolic
Saya termasuk pengguna modem GSM 3G yang awalnya putus asa dengan koneksi internet. Sebabnya, sinyal yang didapat di rumah saya hanya GPRS. Padahal modem tersebut dan operatornya menyediakan koneksi HSDPA yang kecepatannya dua tingkat di atas GPRS.
Setelah cukup lama merana cinta HSDPA, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat antena wajanbolic penguat sinyal 3G. Apalagi setelah saya tahu, tidak jauh dari area rumah (sekitar 2 km) ternyata ponsel saya mendeteksi adanya coverage 3G.
Tutorial membuat antena wajanbolic penguat sinyal 3G/EVDO banyak bertebaran di internet. Ada pula sejumlah pihak, pribadi maupun perusahaan, yang menyediakan paket jadi wajanbolic.
Saya awalnya berencana membeli paket wajanbolic. Namun, saya urungkan, karena dengan membeli saya tidak tahu ilmunya. Lagi pula tutorialnya banyak bertebaran di internet, dan sepertinya tidak begitu sulit membuatnya.
Alhamdulillah berkat dukungan Mas Nono Elsabarto dan Mas Alvian yang “mengajar” melalui Facebook, akhirnya wajanbolic saya sukses mengudara. Saya merasa punya kewajiban moral untuk membaginya kepada brother semua. Siapa tahu ada yang bernasib sama dengan saya dan tak perlu fakir sinyal berlama-lama. Semoga berguna.
Bahan Wajanbolic
Mudah diperoleh:
Wajan diameter 32 inchi atau lebih. (Harga Rp 30 ribu).
Pipa PVC 4 inchi (sisa talang air).
Dop pipa PVC 4 inchi 2 buah (Rp 8 ribu)
Aluminium foil bungkus makanan. (Rp 10 ribu/gulung)
Double tape untuk perekat aluminium foil di pipa
Selotip 3M (pelindung sambungan kabel USB extender-UTP)
Selotip bening (lebar 4 cm) untuk pelindung aluminium foil.
Konektor N-female. (sekitar Rp 20 ribu)
Kawat tembaga diameter 1-2 mm. (Dari sisa kabel listrik tunggal).
Bracket antena. (Rp 5 ribu per buah)
Plat L dudukan bracket. Bikin di tukang las Rp 5 ribu.
Pigtail dan konektor RP-SMA. Sesuaikan dengan konektor antena modem. (Rp 100 ribu).
Kabel coaxial berkualitas. Saya pakai Kitani 5C. (Rp 5 – 8 ribu per meter).
Kabel UTP berkualitas. Untuk USB extender. (Rp 5 ribu per meter)
Kabel USB. (sekitar Rp 15 ribuan per buah).
Thermofit/selang bakar. Untuk pelindung sambungan USB-UTP. (Rp 5 ribu per meter).
Alat kerja
Gergaji besi. Untuk memotong pipa.
Bor. Untuk melubangi wajan.
Penggaris. Untuk mengukur lokasi konektor.
Solder dan timah.
Tang lancip, tang potong.
Cutter atau pisau lipat.
Gunting.
Kunci Inggris, kunci pas, dan semacamnya. Untuk mengencangkan bracket antena dan konektor.
Kalkulator Wajanbolic
Yang paling penting dari pembuatan wajanbolic ini adalah pengukuran secara presisi jarak titik fokus, panjang paralon (feeder), dan penempatan konektor untuk access point. Kalkulator hitungan dapat diunduh di sini. Satuan hitungan kalkulator ini adalah milimeter. Jadi, harap hati-hati dalam mengkonversi ke cm.
Lakukan penghitungan melalui kalkulator wajanbolic. Masukkan parameter seperti diameter wajan (D), kedalaman wajan (d), maupun titik fokus (f).
Dari hasil pengukuran itu, wajan saya yang berdiameter 32 cm (D) dan kedalaman 7,5 cm (d) didapat titik fokus 8,5 cm.
Sekarang kita mencari posisi RF Feed (bidang yang tertutup aluminium). Posisi RF feed adalah 3/4Lg. Dari hitungan kalkulator diperoleh panjang lapisan aluminium adalah 12,2 cm.
Panjang pipa yang dibutuhkan adalah f + 3/4Lg = 8,5 + 12,2 cm = 20,7 cm.
Potong pipa PVC sepanjang 20,7 cm. Tidak boleh kurang atau lebih.
Menentukan Posisi Konektor
Selanjutnya menentukan posisi N-female konektor. Jaraknya dari ujung pipa adalah Lg/4. Dari kalkulator diperoleh angka 4 cm.
Lubangi pipa PVC untuk posisi N-female konektor di posisi 4 cm dari ujung pipa.
Kemudian tinggi kawat tembaga yang disolder ke N-female konektor adalah L/4. Diperoleh angka 3 cm dari pangkal baut. Solder kawat tembaga di ujung N-female konektor.
Lapisan Aluminium
Lapisi pipa PVC dengan aluminium foil sesuai panjang yang telah dihitung (12,2 cm). Jika ada lakban aluminium lebih bagus. Karena sekitar rumah saya sulit mendapatkan lakban aluminium maka saya menggantinya dengan aluminium foil makanan. Rekatkan dengan double tape.
Setelah itu, lapisi dengan selotip bening agar aluminium foil tidak mudah terkelupas akibat cuaca.
Pasang N-female konektor yang telah disolder dengan kawat tembaga di lubang pipa.
N-female konektor tampak dalam.
Merakit Wajanbolic
Siapkan satu dop pipa PVC yang bagian dalamnya telah dilapisi aluminium foil/lakban aluminium. Pastikan pinggir sisi dop juga dilapisi aluminium yang nantinya bersentuhan dengan pipa PVC yang telah dilapis aluminium foil.
Pasang dop pipa PVC satunya lagi untuk dipasang di tengah wajan. Kemudian satukan pipa PVC dan kedua dop sehingga menyatu dengan wajan. Agar kuat, sambungan pipa dan dop dapat diberi lem pipa. Pasang bracket antena dan plat besi L di bagian belakang wajan.
Memasang Pigtail
Siapkan kabel coaxial dan pigtail yang nantinya terhubung ke colokan antena eksternal modem. Pemasangan konektor RP-SMA ke pigtail harap dilakukan hati-hati.
Itu karena klem kabel hanya dapat dilakukan sekali tekan menggunakan tang. Jika meleset, akibatnya harus beli satu set konektor RP-SMA lagi. Selanjutnya pigtail dipasang ke colokan eksternal antena modem
Mengarahkan Antena
Siapkan tiang untuk menegakkan wajanbolic. Bambu juga dapat digunakan. Cari yang lurus dan kokoh. Saya menggunakan bambu sepanjang 8 meter. Wajanbolic saya pasang mendekati ujung bambu.
Setelah antena tegak dan stabil, colokkan pigtail ke modem dalam kondisi komputer dan software modem menyala. Putar antena wajan hingga mendapat sinyal terbaik (HSDPA/EVDO) dari BTS.
Lebih baik jika kita lebih dahulu tahu dimana BTS yang “disangka” sebagai pemancar sinyal 3G/HSDPA/EVDO.
Sumber : http://alonrider.wordpress.com/
Sabtu, 12 Juli 2014
Antena Kaleng WIFI
Antena Kaleng mempunyai nama asal Tin Can Antena. Sesuai dengan namanya, antena ini dibuat dari kaleng berbentuk bulat. Memang tidak semua kaleng berbentuk bulat, tetapi kali ini kita akan membuat antena kaleng dengan menggunakan kaleng bulat. Antena kaleng ini cukup tenae dan berjaya pada awal awal kelahirannya 2,4 GHz di Indonesia. Pada masa berikutnya, antena ini bersaing melawan antena dengan bentuk bentuk yaang lain untuk mendapatkan penggermarnya. Antena ini dibuat hanya dari kaleng bulat dan N-Konektor dengan bagian inner yang diperpanjang. Seperti :
Gambar Antena Kaleng
Diameter kaleng sekitar 100 mm untuk frekuensi 2,4 GHz. L = Panjang gelombang (lamda)
Panjang Kaleng optimal adalah 3/4 Lg. Perpanjangan inner N-Konektor (drivern elemen) adalah L0/4. Lo tergantung pada frekuensi pilihan. Untuk frekuensi 2,45 GHz, Lo = 122 mm sehingga Lo = 32 mm. Untuk perpanjangan ini dapat kita gunakan kawat tembaga, inner kabel coaxial RG-8.
Lg atau panjang keleng tergantung pada besar kecilnya diameter kaleng.
Diameter dalam kaleng (mm) # Panjang Lg (mm) # Lg/4
90 # 202.7 # 51
95 # 186.7 # 47
100 # 175.7 # 44
105 # 167.6 # 42
110 # 161.5 # 40
Antena kaleng di atas merupakan rancangan dasar. Selain itu, kaleng bisa diganti dengan pipa PVC yang dilapisi alumunium foil. Beberapa rekan telah mengembangkan antena kaleng ini dengan radio di dalamnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rugi sistem (loss) yang muncul sebagai efek penggunaan pigtail.
Radio USB yang diletakkan dalam kaleng sebagai ganti perpanjangan N-Konektor. Dengan model ini kita tidak perlu lagi membeli N-Konektor dan kawat tembaga untuk driven elemen. Radio USB sendirilah yang menjadi driven elemen-nya.
Gambar di atas merupakan foto komplet antena keleng versi baru. Antena kaleng dengan menggunakan Radio USB.
Gambar Antena Kaleng
Diameter kaleng sekitar 100 mm untuk frekuensi 2,4 GHz. L = Panjang gelombang (lamda)
Panjang Kaleng optimal adalah 3/4 Lg. Perpanjangan inner N-Konektor (drivern elemen) adalah L0/4. Lo tergantung pada frekuensi pilihan. Untuk frekuensi 2,45 GHz, Lo = 122 mm sehingga Lo = 32 mm. Untuk perpanjangan ini dapat kita gunakan kawat tembaga, inner kabel coaxial RG-8.
Lg atau panjang keleng tergantung pada besar kecilnya diameter kaleng.
Diameter dalam kaleng (mm) # Panjang Lg (mm) # Lg/4
90 # 202.7 # 51
95 # 186.7 # 47
100 # 175.7 # 44
105 # 167.6 # 42
110 # 161.5 # 40
Antena kaleng di atas merupakan rancangan dasar. Selain itu, kaleng bisa diganti dengan pipa PVC yang dilapisi alumunium foil. Beberapa rekan telah mengembangkan antena kaleng ini dengan radio di dalamnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rugi sistem (loss) yang muncul sebagai efek penggunaan pigtail.
Radio USB yang diletakkan dalam kaleng sebagai ganti perpanjangan N-Konektor. Dengan model ini kita tidak perlu lagi membeli N-Konektor dan kawat tembaga untuk driven elemen. Radio USB sendirilah yang menjadi driven elemen-nya.
Gambar di atas merupakan foto komplet antena keleng versi baru. Antena kaleng dengan menggunakan Radio USB.
Penguat Sinyal EVDO/3G/HSDPA 1,9 GHz
Alat :
1.
Bor Listrik
2.
Solder
3.
Penggaris
4.
Cutter
5.
Tang Potong
6.
Gergaji Besi
7.
Lem Bakar
Bahan :
1.
Pipa Alumunium panjang 1132 mm
2.
PCB Polos
3.
Gambar Induksi PCB
4.
Kawat Listrik diameter 1,5 mm
5.
Kabel Coaxial
Langkah Pembuatan :
Pertama kita harus dapat mengetahui kerangka antena yang akan kita buat
kemudian kita memotong kawat Listrik untuk dipergunakan sebagai elemen/ directornya
No
Panjang (mm)
1
79
2
78
3
77
4
77
5
76
6
75
7
75
8
74
9
74
10
73
11
73
12
73
13
72
14
72
15
72
16
71
17
71
18
71
19
70
20
70
Reflektor = 88
mm, spasi 36,5 mm dari ujung belakang boom
Radiator = tipe
folded dipole, spasi 32 mm dari reflektor
Panjang keseluruhan kawat 198 mm
Titik tengah kawat HC=CG = 99 mm
Jarak BC=CD = 31 mm
Jarak HI=GF = 29 mm
Jarak HA=GE = 48 mm
Jarak HB=GD = 68 mm
Jarak antara HG = 5 mm
Diameter lengkungan BI=DF = 25 mm
Spasi masing – masing
director sebagai berikut :
No.
Spasi
dengan elemen sebelumnya (mm)
1
12
2
28
3
34
4
39
5
44
6
47
7
50
8
52
9
54
10
57
11
69
12
61
13
62
14
62
15
63
16
63
17
63
18
63
19
63
20
63
Kemudian pipa
aluminium kita lubangi dengan bor, sesuai dengan spasi tersebut. Ada baiknya
kalau sebelumnya kita ukur dahulu, kemudian kita tandai dengan pensil sebelum
kita bor. Selanjutnya masing-masing elemen kita masukkan ke dalam
pipa tersebut, lalu kita solder masing-masing pinggirnya untuk memperkuat
posisi kawat. Ingat yang kita solder Cuma kawat tembaganya saja, karena
aluminium tidak bisa disolder.
PCB yang sudah
disolder dengan radiator kemudian saya beri lem bakar.
Setelah semua bagian
selesai kita rakit, langkah selanjutnya ialah membuat PCB induksi yang nantinya ditempelkan di sisi HP/Modem kita
Alat :
1.
Bor Listrik
2.
Solder
3.
Penggaris
4.
Cutter
5.
Tang Potong
6.
Gergaji Besi
7.
Lem Bakar
Bahan :
1.
Pipa Alumunium panjang 1132 mm
2.
PCB Polos
3.
Gambar Induksi PCB
4.
Kawat Listrik diameter 1,5 mm
5.
Kabel Coaxial
Langkah Pembuatan :
Pertama kita harus dapat mengetahui kerangka antena yang akan kita buat
kemudian kita memotong kawat Listrik untuk dipergunakan sebagai elemen/ directornya

kemudian kita memotong kawat Listrik untuk dipergunakan sebagai elemen/ directornya
No
|
Panjang (mm)
|
1
|
79
|
2
|
78
|
3
|
77
|
4
|
77
|
5
|
76
|
6
|
75
|
7
|
75
|
8
|
74
|
9
|
74
|
10
|
73
|
11
|
73
|
12
|
73
|
13
|
72
|
14
|
72
|
15
|
72
|
16
|
71
|
17
|
71
|
18
|
71
|
19
|
70
|
20
|
70
|
Reflektor = 88
mm, spasi 36,5 mm dari ujung belakang boom
Radiator = tipe
folded dipole, spasi 32 mm dari reflektor
Panjang keseluruhan kawat 198 mm
Titik tengah kawat HC=CG = 99 mm
Jarak BC=CD = 31 mm
Jarak HI=GF = 29 mm
Jarak HA=GE = 48 mm
Jarak HB=GD = 68 mm
Jarak antara HG = 5 mm
Diameter lengkungan BI=DF = 25 mm
Spasi masing – masing
director sebagai berikut :
No.
|
Spasi
dengan elemen sebelumnya (mm)
|
1
|
12
|
2
|
28
|
3
|
34
|
4
|
39
|
5
|
44
|
6
|
47
|
7
|
50
|
8
|
52
|
9
|
54
|
10
|
57
|
11
|
69
|
12
|
61
|
13
|
62
|
14
|
62
|
15
|
63
|
16
|
63
|
17
|
63
|
18
|
63
|
19
|
63
|
20
|
63
|

Kemudian pipa aluminium kita lubangi dengan bor, sesuai dengan spasi tersebut. Ada baiknya kalau sebelumnya kita ukur dahulu, kemudian kita tandai dengan pensil sebelum kita bor. Selanjutnya masing-masing elemen kita masukkan ke dalam pipa tersebut, lalu kita solder masing-masing pinggirnya untuk memperkuat posisi kawat. Ingat yang kita solder Cuma kawat tembaganya saja, karena aluminium tidak bisa disolder.
PCB yang sudah disolder dengan radiator kemudian saya beri lem bakar.
Setelah semua bagian
selesai kita rakit, langkah selanjutnya ialah membuat PCB induksi yang nantinya ditempelkan di sisi HP/Modem kita
Langganan:
Postingan (Atom)






