Alat :
1.
Bor Listrik
2.
Solder
3.
Penggaris
4.
Cutter
5.
Tang Potong
6.
Gergaji Besi
7.
Lem Bakar
Bahan :
1.
Pipa Alumunium panjang 1132 mm
2.
PCB Polos
3.
Gambar Induksi PCB
4.
Kawat Listrik diameter 1,5 mm
5.
Kabel Coaxial
Langkah Pembuatan :
Pertama kita harus dapat mengetahui kerangka antena yang akan kita buat
kemudian kita memotong kawat Listrik untuk dipergunakan sebagai elemen/ directornya
No
Panjang (mm)
1
79
2
78
3
77
4
77
5
76
6
75
7
75
8
74
9
74
10
73
11
73
12
73
13
72
14
72
15
72
16
71
17
71
18
71
19
70
20
70
Reflektor = 88
mm, spasi 36,5 mm dari ujung belakang boom
Radiator = tipe
folded dipole, spasi 32 mm dari reflektor
Panjang keseluruhan kawat 198 mm
Titik tengah kawat HC=CG = 99 mm
Jarak BC=CD = 31 mm
Jarak HI=GF = 29 mm
Jarak HA=GE = 48 mm
Jarak HB=GD = 68 mm
Jarak antara HG = 5 mm
Diameter lengkungan BI=DF = 25 mm
Spasi masing – masing
director sebagai berikut :
No.
Spasi
dengan elemen sebelumnya (mm)
1
12
2
28
3
34
4
39
5
44
6
47
7
50
8
52
9
54
10
57
11
69
12
61
13
62
14
62
15
63
16
63
17
63
18
63
19
63
20
63
Kemudian pipa
aluminium kita lubangi dengan bor, sesuai dengan spasi tersebut. Ada baiknya
kalau sebelumnya kita ukur dahulu, kemudian kita tandai dengan pensil sebelum
kita bor. Selanjutnya masing-masing elemen kita masukkan ke dalam
pipa tersebut, lalu kita solder masing-masing pinggirnya untuk memperkuat
posisi kawat. Ingat yang kita solder Cuma kawat tembaganya saja, karena
aluminium tidak bisa disolder.
PCB yang sudah
disolder dengan radiator kemudian saya beri lem bakar.
Setelah semua bagian
selesai kita rakit, langkah selanjutnya ialah membuat PCB induksi yang nantinya ditempelkan di sisi HP/Modem kita
Alat :
1.
Bor Listrik
2.
Solder
3.
Penggaris
4.
Cutter
5.
Tang Potong
6.
Gergaji Besi
7.
Lem Bakar
Bahan :
1.
Pipa Alumunium panjang 1132 mm
2.
PCB Polos
3.
Gambar Induksi PCB
4.
Kawat Listrik diameter 1,5 mm
5.
Kabel Coaxial
Langkah Pembuatan :
Pertama kita harus dapat mengetahui kerangka antena yang akan kita buat
kemudian kita memotong kawat Listrik untuk dipergunakan sebagai elemen/ directornya

kemudian kita memotong kawat Listrik untuk dipergunakan sebagai elemen/ directornya
No
|
Panjang (mm)
|
1
|
79
|
2
|
78
|
3
|
77
|
4
|
77
|
5
|
76
|
6
|
75
|
7
|
75
|
8
|
74
|
9
|
74
|
10
|
73
|
11
|
73
|
12
|
73
|
13
|
72
|
14
|
72
|
15
|
72
|
16
|
71
|
17
|
71
|
18
|
71
|
19
|
70
|
20
|
70
|
Reflektor = 88
mm, spasi 36,5 mm dari ujung belakang boom
Radiator = tipe
folded dipole, spasi 32 mm dari reflektor
Panjang keseluruhan kawat 198 mm
Titik tengah kawat HC=CG = 99 mm
Jarak BC=CD = 31 mm
Jarak HI=GF = 29 mm
Jarak HA=GE = 48 mm
Jarak HB=GD = 68 mm
Jarak antara HG = 5 mm
Diameter lengkungan BI=DF = 25 mm
Spasi masing – masing
director sebagai berikut :
No.
|
Spasi
dengan elemen sebelumnya (mm)
|
1
|
12
|
2
|
28
|
3
|
34
|
4
|
39
|
5
|
44
|
6
|
47
|
7
|
50
|
8
|
52
|
9
|
54
|
10
|
57
|
11
|
69
|
12
|
61
|
13
|
62
|
14
|
62
|
15
|
63
|
16
|
63
|
17
|
63
|
18
|
63
|
19
|
63
|
20
|
63
|

Kemudian pipa aluminium kita lubangi dengan bor, sesuai dengan spasi tersebut. Ada baiknya kalau sebelumnya kita ukur dahulu, kemudian kita tandai dengan pensil sebelum kita bor. Selanjutnya masing-masing elemen kita masukkan ke dalam pipa tersebut, lalu kita solder masing-masing pinggirnya untuk memperkuat posisi kawat. Ingat yang kita solder Cuma kawat tembaganya saja, karena aluminium tidak bisa disolder.
PCB yang sudah disolder dengan radiator kemudian saya beri lem bakar.
Setelah semua bagian
selesai kita rakit, langkah selanjutnya ialah membuat PCB induksi yang nantinya ditempelkan di sisi HP/Modem kita


Tidak ada komentar:
Posting Komentar